Jeep Grand Cherokee WL Meluncur di Indonesia, Dua Pilihan Wheelbase Tersaji

Jeep Grand Cherokee sudah memasuki generasi ke-5 sejak 2021. Model ini juga ditandai kehadiran versi tiga baris yang mampu menampung 6 atau 7 orang penumpang dengan kode bodi WL-75. Selain itu tetap ada versi dua baris kode WL-74. PT DAS Indonesia Motor sebagai APM Jeep di Indonesia akhirnya merilis kedua varian. Menghidupkan lagi kelegendarisan nama Cherokee dalam line-up market sini.

Unit yang sudah tiba adalah Grand Cherokee WL-74. Harganya Rp1,755 miliar off-the-road. Melihat desainnya masih mencirikan model generasi terdahulu. Mudah dikenali, terutama dari ciri khas 7 slot grille. Namun bentuk moncong dibuat meruncing di sisi atas. Sehingga memberi sudut dalam yang disebut sebagai Shark Nose Grille.

Bodinya lebih pipih dan terkesan rendah. Namun masih tergolong besar. Panjangnya 4.915 mm, lebar 1.979 mm, tinggi 1.86 mm dan wheelbase 2.964 mm. Sehingga masuk dalam kompetisi mid SUV premium.

Sementara versi long wheelbase baru tersedia Juli 2023. Grand Cherokee L dirancang untuk mengakomodir penumpang maupun barang lebih banyak. Banderolnya Rp2,309 miliar off-the-road. Panjangnya tercatat 5.204 mm, lebar 2.149 mm, tinggi 1.815 mm, wheelbase 3.091 mm serta lebar trek roda 1.660 mm.

Kabin terasa mewah dan naik kelas. Tersedia pemanas di kursi depan dan belakang. Bahkan lingkar kemudi juga dilengkapi. Kalau melihat fungsi fitur itu, sangat cocok di wilayah dengan cuaca dingin ekstrem. Lalu sarana informasi dan hiburan terpusat di monitor berukuran 10,1-inci. Terpampang juga head-up display 10-inci yang menampilkan berbagai informasi berkendara. Uniknya lagi, tuas transmisi model knop putar. Pengaturan mode off-road juga mudah melalui mekanisme elektrik via tuas kecil.

Opsi mesin Grand Cherokee WL-74 dipilih HURRICANE 4-silinder 2,0-liter turbo. Menghasilkan tenaga 270 hp di 5.250 rpm dan torsi maksimum 400 Nm di putaran 3.000. Lalu bersanding dengan transmisi otomatis 8-percepatan racikan ZF. Posisi mesin tepat berada di atas gardan depan. Banyak keuntungannya. Bobot kendaraan bisa dipangkas sekitar 10 kg. Posisi bisa lebih rendah untuk mengoptimalkan visibilitas, sekaligus menghasilkan titik pusat gravitasi rendah. Juga lebih aman dalam proteksi terhadap pejalan kaki. Sedangkan Grand Cherokee L pakai enjin Pentastar V6 3,6-liter yang juga dipakai di Wrangler. Tenaganya 285 hp di 6.400 rpm, torsinya 353 Nm di 4.400 rpm.

Meskipun Grand Cherokee lebih menekankan kemewahan dan kenyaman, ia tetaplah Jeep. Mengusung sistem penggerak 4×4 full time Quadra-Trac, merupakan jaminan melahap trek berat sekalipun. Bisa diatur secara elektronik transfer case dan bisa dirancang tanpa perlu intervensi pengemudi. Sistem bisa bekerja otomatis mengatur distribusi tenaga antara gardan depan dan belakang tergantung kebutuhan traksi.

Kenyamanan dan keselamatan berkendara sangat diutamakan. Grand Cherokee dilengkapi Active Driving Assist dengan fungsi otonom Level 2. Kerja berbagai sensor dan radar memungkinkannya berkemampuan berjalan otomatis. Misalnya adaptif cruise control dan lane keeping assist.

Grand Cherokee salah satu produk Jeep terlaris di dunia. Sejak pertama diperkenalkan, lebih dari 7 juta unit terjual di seluruh dunia. Kiprah di Indonesia pun sudah cukup panjang, eksis sejak generasi pertama. Kehadiran generasi terbaru menambah line-up Jeep Indonesia jadi 5 model.

Jeep Grand Cherokee model terbaru ini akan mengisi ceruk pasar yang niche yang selama ini dikuasai oleh merek-merek Eropa, dan Jeep sebagai merek Amerika hadir memberikan pilihan yang berbeda. Dengan demikian para pencinta Jeep di Indonesia juga dapat memiliki kendaraan serbaguna yang berbeda konsep dengan Jeep yang sudah sangat terkenal di Indonesia seperti Jeep Wrangler Rubicon ataupun Sahara yang selama ini telah dikenal luas.

Sumber: oto.com

Write a comment